INDONESIA SATOE

Oktober 28th, 2009 by arifancha

“Kami Putra-Putri Indonesia, Mengaku BerTumpah Darah Satoe, Tanah Air Indonesia… Kami Putra-Putri Indonesia, Mengaku BerBangsa Satoe, Bangsa Indonesia… Kami Putra-Putri Indonesia, Mengaku BerBahasa Satoe, Bahasa Indonesia……. Dan Saya Sebagai Pemuda Indonesia Berjanji akan Mamaksimalkan kemampuan yang saya miliki dalam bidang Musik, Menulis, dan Olah Raga. Mengajak Teman2 seusia saya untuk peduli akan nasib Bangsa ini dengan cara menjauhi pergaulan yang mengarah kepada kebobrokan Moral Bangsa. Meningkatkan lagi kecintaan para Pemuda akan seni dan Budaya yg dimiliki Bangsa ini, dengan memulai mengenalkan Bidang Seni Beladiri Pencak Silat yg saya Miliki agar para Pemuda Bangsa ini tau bahwa Pencak Silat adalah Warisan Leluhur Negri ini. Mengajak para Pemuda untuk mulai meminimalisir kegiatan2 yg berhubungan dengan Budaya Luar, dan menggantinya dengan kegiatan yg memang menjadi ciri khas Bangsa ini. Mengajak para Pemuda untuk kembali kepada persatuan, karena Bangsa ini adalah Bangsa Besar yg takkan besar jika kita tercerai berai. Dan semua ini saya lakukan hanya untuk menuju INDONESIA SATOE yang lebih baik”

Arti Hidup

Oktober 15th, 2009 by arifancha

Pada prinsip dasarnya setiap manusia tidak akan pernah ada yg menginginkan di sakiti baik dalam bentuk fisik maupun batinnya. Namun, terkadang ada beberapa hal yg memang mengharuskan seseorang untuk berkorban atau mengorbankan dirinya untuk disakiti secara fisik maupun batin karena ingin menolong orang lain.

Nah, sekarang pertanyaannya adalah apakah saat ini masih bisa kita temukan contoh nyata orang2 yg mau berbuat seperti itu? Adakah orang yg masih mau merelakan dirinya disakiti demi agar orang lain tidak tersakiti? jawabannya adalah mungkin masih ada, dan inilah ceritanya:

“Jaka seorang Pria yg memiliki pasangan beranama Gadis, sudah menjalin hubungan selama 1 th lebih. namun ketika semua sedang dalam suasana yg tentram dan terkesan tiada masalah sama skali diantara mereka, Jaka terkejut dengan kabar yg dia dapat dari Gadis yg menyatakan bahwa Gadis mulai menykai orang lain.

Bagai mendapat sebuah pukulan telak, Jaka memegang dadanya yg terasa sesak setelah mendapat kabar tersebut. Seorang yg dia sangat cintai menyatakan menyukai orang lain. Tanpa tau kesalahannya dia telah dikhianati.

Namun, dia berusaha tenang dan coba untuk mendengarkan cerita dari Gadis sampai tuntas. Akhirnya setelah semua cerita Gadis selesai, maka Jaka dapat mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya Gadis masih mencintainya dan hanya bimbang dengan perasaanya terhadap orang ke-3 tersebut.

Akhirnya Jaka coba mencari jalan keluar terbaik dengan tetap berubungan sama Gadis, selama Gadis masih mencari kepastian tentang perasaannya.”

Banyak orang berfikir bahwa Jaka ini Psiko, tapi jika kita mengtahui maksud dan tujuan Jaka melakukan itu adalah hanya agar tidak ada yg disakiti lagi kecuali dirinya. Karena jika dia mau ambil keputusan tegas dengan mengakhiri hubungan, maka selain Gadis yg ikut terluka, tapi juga kedua orang tua mereka masing2 yg sudah menaruh harapan banyak atas hubungan mereka berdua.

Hehehe… udah ah, jd sedih dengar critanya.

Kesimpulannya adalah, Hidup kita akan lebih berarti jika kita bisa berbuat benyak untuk Orang lain bukan berbuat banyak untuk diri sendiri.

Lemah???

September 25th, 2009 by arifancha

Pada suatu hari tepat 15 hari sebelum Lebaran terjadilah percakapan antara Udin sang Tukang Kebun dan Majikannya.

Majikan : “Din km mau pulang ke Kampung kpn?”

Udin : “Mungkin Minggu Depan Tuan”

Majikan : “ooh, klo bgtu saya akan kasih Gaji dan THR km setengah saja ya.”

Udin : “Loh ko bisa begitu Tuan”

Majikan : “Ya iya lah, coba km lihat tgl berapa minggu depan itu?”

Udin : “Tgl 13 Tuan”

Majikan : “Nah km tau kan kalo tgl 13 itu masih pertengahan Bulan, maka itu saya tidak berkewajiban memberikan km Gaji dan THR secara penuh”

Udin : ” Loh klo saya pulang akhir Bulan supaya dpt Gaji dan THR secara penuh berarti saya harus pulang setelah Lebaran dong Tuan? sedangkan saya ingin berlebaran di kampung halaman.”

Majikan : “itu hak saya dan wewenang saya, jadi km ga boleh mbantah atau saya pecat km tanapa pesangon sekarang juga!!!???”

Udin : Ja..ja.jangan Tuuan nnti anak istri saya mau makan apa?. baiklah tuan saya terima” (smbil ngeloyor pergi)

Nah, Bro & Sis smua. perbincangan diatas terkesan biasa kan? yups karena kita sudah terbiasa mendengar kisah seperti itu, namun yg ingin saya tekankan ke Teman2 smua bukanlah masalah seberapa sering kita mendengar perbincangan seperti diatas, tapi bagaimana cara kita agar tidak ada lagi orang yang mengalami peristiwa seperti di atas.

Siap Bor & Sis? Mari kita Renungkan!!!

Ada CErita??!!

September 17th, 2009 by arifancha

Tidak terasa beberapa hari kedepan Ramadhan akan segera berlalu dan Idul Fitri akan segera tiba. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia akan dengan suka cita menyambut datangnya Idul Fitri, karena setelah sebulan penuh berpuasa menahan segala macam bentuk hawa nafsu yang ada didalam diri, maka kini saatnya bagi mereka untuk menikmati apa yang dinamakan kemenangan dan kembali kedalam fitrah (suci).

Namun ada pula Orang2 yang bersedih karena Ramadhan akan segera berlalu, yakni orang2 yang meyakini keutamaan pada bulan Ramadhan ini dan selalu ingin berada dalam suasana seperti ini agar selalu bisa beribadah dengan tekun dan sebaik-baiknya demi meraih keridhoan Ilahi.

Namun ada pula Orang2 selain orang2 yang ada diatas yang juga sedih karena Ramadhan akan segera berlalu, yakni para penjual makanan di beberapa wilayah yang selalu hadir disetiap Ramadhan. Mereka akan bersedih karena mata pencaharian yang mereka jalani selama sebulan ini dan cukup untuk menambah biaya kebutuhan lebaran akhirnya harus berakhir.

Dan yang paling terasa adalah apa yang dialami Para Merboud Masjid pada setiap Tahunnya, ketika selama sebula ini mereka begitu sibuk dengan membludaknya Jama’ah Sholat, baik sholat wajib maupun sunnah, acara buka puasa bersama bagi para Musafir, sampai I’tikaf 10 malam terakhir Ramadhan yang cukup membuat mereka sibuk. tapi semua akan segera berakhir karena 11 bulan kedepan tidak terlalu banyak pekerjaan yang bisa mereka lakukan dengan berubah 180 derajatnya keadaan Masjid.

Ternyata ada banyak cerita yang cukup menarik yang bisa diceritakan pada menjelang akhir  Ramadhan ini…

Selamat Idul Fitri 1430 H.

Minal Aidin Wal Fa Idzin, Mohon Maaf Lahir Batin…

Puasa Tanpa Paksaan

September 5th, 2009 by arifancha

Alhamdulillah… udah setengah bulan kita berpuasa, dan Alhamdulillah juga belum ada yang bolong baik disengaja ataupun tidak. Mudah2an sampai akhir Ramadhan aman tanpa rintangan yang mampu membatalkan puasa kita.

ketika berumur 4 th saya sudah mulai berpuasa, ya walau hanya setengah hari. karena memang itu yang diperintahkan oleh Orang tuaku saat itu. dan sebagai anak yang patuh aku berusaha semampuku untuk melaksanakan semua itu.

sampai usia 6 th akhirnya aku sudah diperintahkan untuk beruasa secara penuh oleh kedua orang tuaku, dan lagi2 sebagai anak yang patuh sama mereka akupun melakukan tugas itu dengan semampuku.

Namun yang namanya melakukan sesuatu dengan sedikit memaksakan, yang ada akhirnya adalah beban yang sangat berat aku rasakan saat menjalaninya. semua terasa bagai siksaan bagiku, dan setiap ramadhan datang aq mulai menhitung hari kapan Lebaran tiba walau malah terasa semakin lama siksaan yang aku alami.

terus begitu sampai aku berusia Aqhil Baliqh pun - kira2 14 th - setiap ramadahn yang aku lalui adalah sebagai siksaan bagiku. dan semua itu berlangsung hingga akhirnya aku menemukan sebuah hal yang bisa aku rasakan manfaatnya ketika berpuasa, terutama dalam hal kesehatan karena di usia 20 than aku mengalami penyakit Magh yang selalu kambuh saat pola makanku mulai tidak teratur. namun saat aku berpuasa malah yang aku dapati adalah Penyakitku itu semakin membaik, hingga aku berfikir untuk membuat Puasa ini tidak menjadi beban bagi diriku karena banyak manfaat yang bisa aku petik selain pahala yang sudah dijanjikan oleh Allah SWT.

Akhirnya setelah semua ini sudah tidak pernah menjadi beban untuk ku, maka aku sungguh sangat merasa nyaman dengan puasa yang aku jalani ini. Maka itu marilah jalani Ibadah Puasa ini dengan penuh keIkhlasan dengan tujuan Beribadah, Insya Allah kita tidak akan terbebani dengan Puasa ini. Dan sudah pasti banyak manfaat yang bisa kita rasakan….

Selamat Berpuasa! Ingat Jangan Ampe Jebol ya!!!

Benarkah Kita Telah “MERDEKA”

Agustus 20th, 2009 by arifancha

Judul diatas mungkin sudah sering kita dengar ditelinga kita ketika jelang HUT Negara kita yg dirayakan setiap tahunnya. Karena memang masih banyak diantara kita yg memang belum bisa sepenuhnya merasakan KeMerdekaan yg sebenar-benarnya. Terutama kaum Menengah kebawah yg biasanya hanya seorang Buruh, Pedagang kecil, Petani, dan lain2.

Namun, baru2 ini ada sebuah kasus yg nyata terjadi di sekitarku, dan menimpa teman2 dekatku sehingga menggugah diriku untuk menceritakannya melalui tulisan ini.

Berawal dari kisah karyawan yg masih berstatus kontrak di salah satu perusahaan (ga disebut namanya takut kaya “Prita”) yg mendapat kabar dari atasan mereka bahwa mulai awal bulan depan (september ‘09) kontrak mereka tidak diperpanjang dan akan diganti menjadi Outsourching. Kabar  ini kontan membuat mereka kaget dan bahkan ada yg sempat shock, dikarenakan perubahan status yg secara mendadak dan tidak adanya pilihan lain kecuali mengikuti aturan itu karena jika tidak pilihan berikutnya adalah “dipaksa” mengundurkan diri, yg secara otomatis akan memberikan hak kepada perusahaan untuk tidak memberikan uang dispensasi apapun kepada mereka.

“Gila, ini semena-mena namanya.. mana bentar lagi mo Lebaran.” ujar salah seorang dari mereka.

“Iya nih anak ama bini gw mo makan apa nanti, belom baju Lebarannya.” yg lain menimpali.

Namun, hanya itu yg bisa mereka lakukan karena jika mereka protes, maka perusahaan akan memecat mereka dengan tidak hormat. Naudzubillah…

Berikutnya ada lagi sebuah kasus, dimana hanya karena mengirimkan email kepada pimpinannya karena sudah 2 bulan uang ganti pengobatannya belum dibayarkan, malah mendapatkan SP (surat peringatan) dengan alasan menyebarkan berita tidak benar dan membuat keresahan. Aneh, padahal jelas2 apa yg ditulis di email tersebut adalah benar adanya untuk meminta Hak yg seharusnya telah didapatkan dan bukan Fitnah. Namun, mengapa justru dia yg mendapat SP bukan orang yg mengurus uang penggantian tersebut kerena secara kronologis orang yang mengurus hal tersebut lupa menyerahkan ke bagian keuangan. Ternyata setelah diusut, orang tersebut masih ada hubungan keluarga dengan salah satu pimpinan di perusahaan tersebut.

Jadi jelas Judul diatas sangat pantas untuk terus dipertanyakan di Negri kita yg tercinta ini. Karena memang sampai saat ini hanya kekuasaan yg mampu menentukan siapakah yg berhak mendapatkan yg namanya KeMerdekaan.

Jadi, Benarkah Kita Telah “Merdeka”…….

INDONESIA RAYA

Agustus 12th, 2009 by arifancha

“Indonesia… Tanah Airku.. Tanah Tumpah Darahku…..
Disanalah Aku Berdiri Jadi Pandu Ibuku…
Indonesia… Kebangsaanku.. Bangsa Dan Tanah Airku…..
Marilah Kita Berseru.. Indonesia Bersatu…..
Hiduplah Tanahku… Hiduplah Negriku.. Bangsaku, Rakyatku Semuanya…..
Bangunlah Jiwanya… Bangunlah Badannya.. Untuk Indonesia Raya…..
Indonesia Raya.. Merdeka, Merdeka, Tanahku, Negriku yang ku Cinta…
Indonesia Raya.. Merdeka, Merdeka.. Hiduplah Indonesia Raya…….”

Wahai kaum Muda Indonesia, anda pasti tahu Lagu ini. yups, inilah Lagu KeBangsaan kita Indonesia Raya. Lalu ada satu pertanyaan yang ingin saya tanyakan pada kalian semua, “Apakah yang kalian rasakan ketika Lagu ini Berkumandang? Adakah rasa haru, bangga, semangat, yang secara tidak sengaja telah menggerakan tangan kita untuk memegang Dada kita sebagai tanda bahwa Di Dada inilah Negri ini tersimpan?”
Bangga, Haru, Bersemangat, itulah harapan saya kepada kaum Muda Bangsa ini ketika mendengar Lagu ini. karena belakangan ini saya sedih melihat para pemuda Bangsa ini, Calon Penerus bagi masa depan Bangsa yang kita Cintai ini, lebih Haru, lebih Bangga, dan Bersemangat ketika mendengar Band atau Penyanyi kesayangannya bernyanyi ketimbang ketika mendengar Lagu Indonesia Raya. Maka di Moment Dirgahayu Indonesia ke 64 ini saya ingin mengajak Rekan2 Pemuda semua untuk kembali menghargai Lagu Indonesia Raya dengan penuh semangat untuk membangun Negri Tercinta ini jadi Lebih Baik, jauh dari segala bentuk Terorisme, serta menjadi Bangsa yang Bermartabat di mata Dunia… Bangkitlah Pemuda demi Indonesia Raya tercinta…….